Sekelumit tentang Skyscraper (INFO)


Empire State Building as seen from Top of the Rock
The Empire State Building



Tidak ada standar jumlah lantai dan tinggi sebuah bangunan untuk bisa disebut sebagai pencakar langit. “Menurutku standarnya bukanlah jumlah lantai yang dimiliki sebuah bangunan, tapi standarnya adalah gaya dan tampilan,” tutur arsitek T.J. Gottesdener kepada Christian Science Monitor. Gottestieder, seorang partner di firma Skidmore, Owning and Merril, desainer sejumlah bangunan tinggi termasuk Sears Tower di Chicago, Illinois, melanjutkan, “Apa yang disebut dengan skyscraper? Apakah bangunan yang bisa membuatmu berhenti, berdiri, menjulurkan leher, dan melihat ke atas?”
Sebagian peneliti menggunakan kata “skyscraper/pencakar langit” kepada bangunan yang memiliki setidaknya 20 lantai. Sebagian peneliti yang lain menggunakan kata itu untuk struktur yang memiliki lantai setidaknya 50 lantai. Tapi yang dikenal secara umum adalah, pencakar langit adalah bangunan yang memiliki tinggi 100 lantai atau lebih. Pada ketinggian 102 lantai, Empire State Building di New York mencapai ukuran tinggi 1.224 kaki (373 m), dan menaranya – bagian yang meruncing di puncak bangunan – menjulang setinggi 230 kaki (70) meter terhitung dari lantai 102. Hanya 25 bangunan di seluruh dunia yang berdiri dengan ketinggian lebih dari 1.000 kaki (300 m), termasuk menara, tapi belum termasuk antena yang menjulang di atas bangunan-bangunan tersebut.
Struktur freestanding tertinggi di dunia adalah di Toronto, Canada, yang menjulang setinggi 1.815 kaki (553 m); dibangun untuk mendukung antena televisi, tower ini tidak ditujukan untuk tempat kerja dan zona publik, kecuali sebuah restoran dan dek observasi yang berada di ketinggian 1.100 kaki (335 m). Struktur bangunan paling tinggi yang digunakan untuk tempat kerja adalah Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia, yang menjulang setinggi 1.483 kaki (452 m), terhitung dengan menara puncaknya. Tower Sears di Chicago melampaui ketinggian Petronas untuk lantai yang digunakan untuk zona kerja, dengan lantai-nya yang terhitung sebagai lantai ke 110 berada di ketinggian 1.453 kaki (443 m).
Dengan pertimbangan lain, gedung yang super tinggi bukanlah pilihan utama. Lebih murah membangun 2 buah bangunan dengan ketinggian masing-masing setengah dari ketinggian rata-rata bangunan super tinggi. Para developers harus mencari para penyewa/client yang akan menyewa bangunannya yang memiliki space yang luas dalam sebuah lokasi; sebagai contohnya, Sears Tower memiliki luar 4.5 juta square feet (415.000 m2). Di sisi lain, para developers di sebuah kota yang padat penduduk harus merencanakan sebuah sistem agar sebuah lahan yang terbatas bisa dimanfaatkan secara maksimal. Walaupun demikian, pembangunan sebuah bangunan dengan ketinggian yang dramatis tidak hanya berdasarkan alasan ekonomis, tapi lebih kepada keinginan untuk meraih perhatian dan prestise.
Sejarah
Sejumlah pengembangan teknologi akhir abad ke-19 dikombinasikan untuk kemungkinan yang maksimal dalam desain dan konstruksi pencakar langit. Diantaranya adalah kemampuan untuk produksi baja besar-besaran, pembangunan elevator yang aman dan efisien, pengembangan teknologi untuk pengukuran dan analisa muatan dan tekanan struktural. Dalam kurun waktu 1920-1930, pembangunan pencakar langit dipacu oleh adanhya “electric arc welding (saya tak paham maksudnya apa)” dan lampu neon (kualitas cahaya lampu neon memfasilitasi orang-orang yang bekerja jauh dari area jendela, dan lampu neon memberikan cahaya lebih tanpa panas yang berlebihan seperti yang terjadi pada lampu pijar).
Secara tradisional, dinding sebuah bangunan adalah salah satu tumpuan bagi struktur. Makin tinggi sebuah bangunan, maka dindingnya pun harus makin tebal. Bangunan yang dibangun di Chicago pada tahun 1891 memiliki dinding dengan ketebalan 6 kaki (1.8 m) dibagian bawah. Kebutuhan terhadap dinding yang tebal digantikan oleh pengenmbangan konstruksi steel-frame, yang merupakan sebuah struktur tulang baja kaku yang menopang berat bangunan, dan dinding bagian luar hanya sekedar menggantung ke frame tersebut layaknya sebuah gorden. Bangunan pertama yang menggunakan desain ini adalah Home Insurance Company Building, yang dibangun pada tahun 1885 di Chicago.
Woolworth Building setinggi 792 kaki (242 m), di bangun di New York pada tahun 1913, merupakan bangunan pertama dengan kombinasi komponen sebuah pencakar langit sejati. Tulang baja nya bertumpu pada sebuah pondasi yang didukung oleh pilar-pilar beton yang melebar ke bawah……? ( that extended down to bedrock [a layer of solid rock strong enough to support the building] – bantu terjemahin :D ). Frame-nya diperkirakan kuat bertahan terhadap tekanan angin, dan elevator-elevator berkecepatan tinggi memberikan servis lokal dan express sampai ke lantai 60.
Pada tahun 1931, Empire State Building dibangun di New York setinggi 1.250 kaki (381 m). Gedung ini menjadi gedung perkantoran tertinggi di dunia selama 41 tahun. Pada tahun 2000, hanya enam bangunan di seluruh dunia yang melampaui ketinggiannya.
Raw Materials (Bahan Mentah)
Reinforced concrete (saya menterjemahkannya sebagai beton yang diperkuat/beton hasil improvement) adalah komponen penting sebuah pencakar langit. Terdiri dari beton (campuran air, bubuk semen, serta pasir dan kerikil), yang dituangkan pada sebuah konstruksi jeruji-jeruji baja yang disusun berkota-kotak (dikenal dengan rebar) yang akan memperkuat beton kering untuk bertahan melawan arus dan tekanan angin. Beton pada dasarnya kuat terhadap tekanan; tapi bagaimanapun, perkiraan terhadap ukuran berat Tower Petronas yang besar, memaksa para desainer untuk menciptakan beton tipe baru dengan kekuatan dua kali beton biasa. Kekuatan tinggi material ini diperoleh dengan cara partikel-partikel yang sangat bagus ke dalam komposisi beton biasa; area permukaan partikel-partikel kecil yang telah di-impruv ini memperikan ikatan yang lebih kuat.
Bahan baku primer lain untuk konstruksi pencakar langit adalah baja, yaitu campuran logam dan carbon. Bangunan terdekat sering membatasi ruang kerja pembangunan konstruksi, juga membatasi ruang untuk penempatan bahan-bahan konstruksi. Sehingga balok-balok baja dibawa ke tempat konstruksi setelah dibentuk dan disesuaikan dengan ukuran desain bangunan. Sebelum di bawa ke tempat pembangunan, balok-balok baja dilapisi dengan campuran plester dan vermiculite (mika yang telah dipanaskan untuk menciptakan partikel layaknya partikel spons), sebagai perlindungan terhadap karat dan panas. Setelah balok-balok tersebut dilas di tempatnya, sendi-sendi dan area rekat tersebut dilapisi dengan pelapis yang sama. Sebagai tambahan lapisan isolasi, digunakan fiberglass yang dilampisi dengan aluminium foil, yang dilapiskan kesekeliling balok-balok baja tersebut.
Untuk mendapatkan kekuatan yang maksimal, seringkali beton dan baja digunakan bersamaan dalam konstruksi pencakar langit. Sebagai contoh, sebuah kolom pendukung dibentuk dengan cara menuangkan beton disekeliling balok baja.
Beberapa material yang berbeda digunakan untuk melapisi frame pencakar langit. Dikenal sebagai “cladding”, lapisan yang membentuk dinding-dinding exterior bisa berupa kaca, logam, seperti aluminium dan stainless steel, atau material-material batu seperti granit, marmer, atau batu kapur.
Desain
Para Design Engineer menerjemahkan visi seorang arsitek ke sebuah rancangan detil yang akan diumumkan secara struktural dan dipersiapkan untuk dibangun.
Proses desain sebuah bangunan dengan ketinggian rendah memerlukan struktur yang akan menopang berat bangunan itu sendiri (dikenal dengan “dead mati”) dan berat bangunan orang-orang dan furnitur yang akan mengisinya (atau dinamakan “live load/beban hidup). Untuk sebuah pencakar langit, kekuatan angin yang menerpa bangunan lebih berat dari pada berat bangunan dan segala isinya. Seorang desainer harus memastikan bahwa bangunan tersebut rubuh oleh angin kencang, dan tidak akan goyang oleh kekuatan angin yang akan menyebabkan ketidaknyamanan orang-orang yang berada dalam bangunan.
Setiap desain pencakar langit memiliki keunikan tersendiri. Elemen-elemen struktural yang besar yang digunakan hanya sebagai topangan, maupun yang digunakan tidak hanya sebagai penopang, tapi juga untuk kepentinga lain, seperti tulang-tulang baja yang tersembunyi di belakang “non-load-bearing curtain walls (dinding-dinding yang tidak menopang berat), sebuah central concrete core/ core struktural sentral dengan open colum yang cukup luas, digunakan untuk memuat poros lift dan komponan mekanikal lainnya.
Karena setiap desain adalah inovasi (dengan kata lain, setiap desain berbeda dengan desain lainnya), maka model-model bangunan yang didesain diuji dalam sebuah terowongan angin untuk memastikan bagaimana pengaruh angin terhadap bangunan tersebut, dan juga untuk mengetahui bagaimana perubahan arus udara yang akan disebabkan oleh adanya bangunan tersebut di area itu. Jika terbukti bahwa desain yang diuji tidak kuat dalam melawan kekuatan angin, maka sang desainer harus memperbaiki desainnya.
Selain perancangan sebuah struktur yang kuat dan bagus, seorang desainer juga harus merancang sistem mekanik yang sesuai untuk bangunan yang dia rancang, seperti elevator yang bisa jadi sarana publik yang cepat dan nyaman, sistem sirkulasi udara, dan pengadaan air dan segala tetek-bengeknya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar