Karet Gelang (RENUNGAN)

Suatu kali saya membutuhkan karet gelang, satu saja.
Shampoo yang akan saya bawa tutupnya sudah rusak.
Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat dengan karet gelang.
Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas.
Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang.
Di lemari tidak ada.
Di gantungan-gantungan baju tidak ada.
Di kolong-kolong meja juga tidak ada.
Saya jadi kelabakan.
Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di jalan.
Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet.
Sudah ditunggu yang jemput lagi.

Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa.
Dipuntal-puntal pakai kantong plastik, juga tidak bisa.
Waduh, karet gelang yang biasanya saya buang-buang, sekarang malah bikinsaya bingung.
Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi begitu penting.

Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga
sama sekali tidak berarti.
Benda yang sesehari dibuang-buang pun, seperti karet gelang, pada
saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan.
Mau bukti lain ?
Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang  paling merepotkan
mereka saat mendaki tebing curam ?
Bukan teriknya matahari.
Bukan beratnya perbekalan.
Tetapi kerikil-kerikil kecil yang masuk ke sepatu.
Karena itu, jangan pernah meremehkan apa pun.
Lebih-lebih meremehkan diri sendiri.
Bangga dengan diri sendiri itu tidak salah.
Yang salah itu kalau kita menjadi sombong, lalu meremehkan orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar