Budaya Mengeluh (RENUNGAN)






Haaaahhh, huuuffffhhh, sh*t, kenapa sih, kok gini ya hidup ini, ini ga adil, kok gini, koq gitu..mungkinkata-kata seperti ini sering kita dengar atau sering kita lihat di status facebook atau tweeter. ya..keluhan dan keluhan, berapa kali anda mengeluh dalam sehari??


Mungkin sudah tidak asing lagi mengeluh bagi sebagian orang, buruknya sudah menjadi kebiasaan bahkan membudaya. Mungkin dari bangun tidur anda sudah mengeluh, karena sedikit telat bangunnya, trus waktu mau mandi, sabun atau pasta gigi anda habis, waktu sarapan makanan tidak berselera, saat di jalan dengan kondisi macet, atau berdesakan di bus & kereta.. sampai di kantor bertemu dengan atasan atau teman sekantor yang tidak menyenangkan..hmmmm.. sudah berapa kali anda mengeluh??


Padahal semakin anda mengeluh dan memikirkan ke tidak senangan anda terhadap keadaan anda justru anda semakin menariknya ke dalam kehidupan anda. Anda pasti tahu “Law Attraction” (hukum tarik menarik)


Mengapa sebagian orang mempunya segala keberuntungan dan mendapatkan semua yang mereka inginkan, sementara yang lainnya harus berjuang? adakah sebuah rahasia? ya tentu saja ada kuncinya. Ketahuilah bahwa ini bukan sekedar rahasia, kunci ini seolah melepaskan ‘jin’ di dalam diri Anda. Sehingga Anda dapat memenuhi keinginan Anda sendiri. Apa rahasianya?


Dalam buku yang pernah saya baca “THE ATTRACTOR FACTOR” karangan Joe Vitaleada lima langkah :

Langkah 1 : Ketahuilah apa yang tidak Anda inginkan

Langkah 2 : Ketahuilah apa yang Anda inginkan

Langkah 3 : Perjelas tujuan Anda

Langkah 4 : Rasakan se olah-olah tujuan Anda telah tercapai

Langkah 5 : Pasrah

Sekarang Bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan Anda? Anda tinggal merefresh fikiran-fikiran negatif anda, Anda ganti dengan fikiran-fikiran positif. Ganti kata-kata tidak ingin menjadi ingin. contoh seperti ini:

”Saya tidak ingin banyak hutang, ganti menjadi “saya ingin melunasi hutang saya dan terbebas dari hal itu”.

“saya tidak ingin bersusah payah dalam pekerjaan atau bisnis saya” menjadi ” saya mengiginkan pekerjaan atau bisnis saya jalankan dengan mudah dan tanpa usaha yang berarti”.


Apapun problem Anda, Anda tinggl menuliskannya kebalikan dari keluhan Anda, mengubah kalimat-kalimat tersebut 180 derajat.Anda mungkin bertany-tanya apasih hubunganya hal diatas dengan semuanya, mengapa harus menulis hal-hal seperti itu??Pertanyaan yang bagus.
Dan Jawabannya….adalah….

“Memfokuskan diri”, maksudnya?

“Anda tinggal memfokuskan kembali pada apa yang benar-benar anda inginkan, akan membawa ke arah apa yang anda inginkan”

Seperti apa yang di tulis Deepak Chopra dalam bukunya “The Spontaneous Fulfillment of Desire”Yang benar-benar kita butuhkan hanyalah kejelasan niat kita. dan jika kita dapat menghilangkan ego yang menghalangi jalan, niat tersebut terpenuhi dengan sendirinya. Bahkan Einstein pun pernah berkata : jika fakta tidak sesuai teori maka rubahlah faktanya.


Ingat semuanya kembali kepada Anda sendiri, dan semuanya tergantung dari niat Anda. Jangan pernah mengeluh, Bersyukur lebih baik dari apapun. Tetap semangat tetap Optimis. Jadilah Manusia yang berarti. (sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar