Ibu, malaikat nyata yang Luar Biasa [surat dari Ibu] (RENUNGAN)

Prank..!!! astaga, ibu baru saja memecahkan Guci antik kesayanganku..itu harganya mahal sekali.
"Kenapa ibu tidak hati2! " bentakku..
ibu hanya diam mendengar bentakanku dan hanya duduk termenung di kursi roda.

Aku berpikir untuk menitipkan ibu ke panti jompo saja, karena aku dan istriku sangat sibuk, kami berdua sama-sama bekerja, dan terkadang tidak tahan dengan tingkah laku ibu yg seperti kekanak kanakan. istriku menyetujui niatku.

ketika aku sedang menyimpun pakaian ibu utk dibawa ke panti jompo aku menemukan sepucuk surat. Surat itu sudah lusuh namun masih terlipat rapi dibawah baju kesayangan ibuku. surat ini nampaknya sudah lama ditulis.


Beginilah isi surat tersebut :

Anakku, Ketika saya tumbuh tua
saya harap kamu bersabar dan mengerti terhadap saya

kalau misalnya saya memecahkan piring,
atau menghamburkan sup diatas meja
karena saya kehilangan sisi penglihatan,
Saya harap kamu tidak meneriaki saya.

orang tua sangat sensitif
sangat tersinggung ketika kamu meneriaki saya

Ketika Pendengaran saya mulai terganggu
dan saya tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan
saya harap kamu tidak mengatakan saya “Tuli”
Harap ulangi yang kamu katakan atau tulis dalam secarik kertas

Maafkan saya Anakku
Saya bertambah Tua

Ketika kaki ku bertambah lemah
saya harap kamu tetap bersabar untuk membantu membangunkan
Seperti sama saat kamu kecil dulu, saya membantu kamu untuk belajar berjalan pertama kalinya

Tolong dengarkan saya
ketika saya terus mengulang diri saya, seperti sebuah rekaman rusak.
Saya harap kamu tetap mendengarkan saya

Tolong jangan tertawakan saya atau lelah mendengarkan saya

apakah kamu ingat ketika waktu kecil kamu menginginkan sebuah balon ?
kamu mengulang terus apa yang kamu minta sampai kamu mendapatkannya

maafkan aroma saya…
aramo saya seperti aroma orang tua
Tolong jangan paksa saya untuk mandi..karena tubuh saya lemah
orang tua cepat sakit ketika mereka kedinginan, saya harap saya tidak membuat kamu merasa saya jorok karena hal tersebut.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ? Saya selalu mengejarmu berlarian karena kamu tidak mau mandi. Saya harap kamu juga bisa bersebar ketika orang tua menjadi seperti anak kecil. itu semua bagian dari semua orang tua yang akan kamu mengerti nanti ketika kamu Tua seperti saya.

dan jika kamu punya waktu, saya harap kita bisa berbincang, walaupun hanya beberapa menit, saya selalu merasa kesendirian di masa-masa tua saya dan tidak punya seseorang untuk berbicara

Saya tau kamu sibuk dengan pekerjaan, biarpun kamu tidak tertarik dengan cerita saya, tolong luangkan waktu sedikit untuk saya
Apakah kamu ingat ketika masih kecil ? saya selalu mendengarkan ceritamu tentang tedy bear

Dan ketika saatnya tiba..
saya harus sakit dan terbaring, saya harap kamu tetap bersabar untuk merawat saya

Saya minta maaf jika secara tidak sengaja mengompol atau membuat berantakan di kasur.Saya harap kamu masih tetap bersabar dimasa-masa saat terakhir saya didunia, saya tidak akan lama lagi…

Ketika waktu nya datang, Saya harap kamu memegang tangan saya untuk menghadapi kematian
Dan jangan khawatir, ketika saya bertemu Sang Pencipta, Saya akan membisikan di telinganya untuk selalu melindungi anakku.

karena anakku mencintai Ibunya
terima kasih banyak atas perhatian mu, Saya mencintai mu
dengan semua cinta…. Ibu


aku tak dapat berkata apa2, airmataku jatuh dengan sendirinya. aku berlari ke kamar ibuku dan aku peluk ibu hal yg selama ini jarang dan bahkan hampir tidak pernah aku lakukan. Ibu pun menitikan airmatanya sambil mencium keningku dan membelai rambutku.
Ya Tuhan, perbuatan kasarku dibalas dengan sentuhan lembut dan kasih sayang, aku sangat merasa berdosa. maafkan aku ibu,
Ibu, Malaikat nyata yang luar biasa. 
Sumber  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar